Jumat, 31 Oktober 2008

Subyakto dalam Rekaman Media

Antisipasi Pelaku Teroris Menyusupke Masyarakat

SEMARANG–Gerak pelaku teroris yang kerap menyusup ke masyarakat membuat polisi menerapkan strategi khusus untuk mempersempit ruang gerak mereka. Caranya dengan membuat jaringan di tingkat RT/RW untuk mendata perpindahan penduduk.

Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja Polda dan Komisi A DPRD Jateng membahas situasi dan kondisi kamtibmas Jateng jelang Lebaran. Rapat berlangsung di ruang rapat komisi A Selasa (24/9) lalu, dipimpin Ketua Komisi A, H. Subyakto SH, MH.

Wakapolda Brigjen Pol Adang Rochjana mengatakan, pihaknya telah menyebar para anggota Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) untuk mendata nama ketua RT/RW tempat mereka bertugas. Data yang diminta termasuk biodata, nomor telepon, dan foto diri serta rumah perangkat desa atau kelurahan tersebut.

Adang menambahkan, RT dan RW merupakan perangkat yang dipilih dan diakui masyarakat. Dengan memberdayakan petugas perpolisian masyarakat (Polmas) tersebut, pihaknya berharap dapat mendata seluruh aset yang ada.

Para ketua RT dan RW tersebut lanjutnya, dibekali dengan buku tulis untuk mencatat pergerakan penduduk. “Jadi setiap minggu saya suruh mereka mendatangi RT/RW untuk mencatat adakah penduduk yang datang atau pindah.”
Dengan cara tersebut, Brigjen Adang optimistis pelaku teroris yang menyusup akan ketahuan. Menurutnya, teroris dalam aksinya kerap berpindah-pindah tempat dan membuat KTP palsu.

“Setidaknya, kalau merasa diawasi, mereka akan kabur dan tindak terorisme dapat diantisipasi,” imbuhnya. Dia melanjutkan, semua data tersebut lalu dimasukkan dalam data base Polda Jateng. Dalam pendataan tersebut, Polda melakukan tiga pendekatan. Yaitu pendekatan teritorial, individu, dan komunitas. Wakapolda mengaku kini pihaknya sudah mendata 182 ribu ketua RT/RW

Anggota komisi A Bambang Haryanto berpesan agar metode pengawasan jangan sampai mengganggu privasi warga. “Jangan sampai ada timbul kesan ada pelanggaran HAM.” (RADAR SEMARANG, Kamis, 25 September 2008 ric/isk)

Tidak ada komentar: