Senin, 03 November 2008

Subyakto dalam Rekaman Media

BPR Pilar Strategis
di Sektor Produktif

SEMARANG–Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki peran strategis, utamanya di sektor-sektor produktif. Karenanya, langkah-langkah BPR senantiasa diarahkan sesuai dengan karakteristik BPR. Jangan sampai BPR beralih fungsi menjadi bank umum kecil.

Penegasan tersebut disampaikan Komisaris BPR Arto Moro H. Subyakto SH MH menanggapi peran BPR saat ini. Menurut Subyakto, BPR saat ini menjadi pilar penting dalam sistem perekonomian.

“Sebab sampai saat ini masih banyak nasabah yang belum terlayani oleh perbankan.” Hal ini, kata dia, merupakan tantangan bagi BPR.

Artinya, masih menurut pria yang juga kandidat doktor di UKSW ini, BPR merupakan komponen kunci dalam industri perbankan. “BPR merupakan salah satu ujung tombak, karena proses layanan kredit yang diberikan cepat dan mudah serta menjakau seluruh lapisan, masyarakat termasuk UKM.”

Meski begitu, lanjut Ketua Komisi A DPRD Jateng ini, BPR menghadapi tantangan. Di antaranya persaingan yang ketat dan permodalan.

Disinggung eksistensi BPR Arto Moro, Subyakto mengatakan, kredit yang disalurkan kepada nasabah mencapai hampir Rp 5 miliar. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun hampir mencapai Rp 3 miliar.

Direktur Operasional Arto Moro Supomo menambahkan, salah satu andalan dalam penghimpunan dana adalah produk Deposito Plus. Menurut Subyakto, sejak diluncurkan dua bulan lalu, produk ini mendapat respons bagus dari nasabah.

’’Dalam program ini bila nasabah mendepositokan uangnya Rp 7,5 juta selama 1 tahun, deposan akan mendapat handphone warna gratis seharga Rp 400 ribu, plus pulsa gratis selama 1 tahun,” kata Supomo. (radar semarang, 2/11/2008/isk)

Tidak ada komentar: