Senin, 03 November 2008

No Urut 31

VISI PARTAI

PARTAI DEMOKRAT bersama masyarakat luas berperan mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia agar mencapai pencerahan dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur, menjunjung tinggi semangat Nasionalisme, Humanisme dan Internasionalisme, atas dasar ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa dalam tatanan dunia baru yang damai, demokratis dan sejahtera.

MISI PARTAI

1. Memberikan garis yang jelas agar partai berfungsi secara optimal dengan peranan yang signifikan di dalam seluruh proses pembangunan Indonesia baru yang dijiwai oleh semangat reformasi serta pembaharuan dalam semua bidang kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kedalam formasi semula sebagaimana telah diikrarkan oleh para pejuang, pendiri pencetus Proklamasi kemerdekaan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan titik berat kepada upaya mewujudkan perdamaian, demokrasi (Kedaulatan rakyat) dan kesejahteraaan.

2. Meneruskan perjuangan bangsa dengan semangat kebangsaan baru dalam melanjutkan dan merevisi strategi pembangunan Nasional sebagai tumpuan sejarah bahwa kehadiran partai Demokrat adalah melanjutkan perjuangan generasi-generasi sebelumnya yang telah aktif sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sejak melawan penjajah merebut Kemerdekaan, merumuskan Pancasila dan UUD 1945, mengisi kemerdekaan secara berkesinambungan hingga memasuki era reformasi.

3. Memperjuangkan tegaknya persamaan hak dan kewajiban Warganegara tanpa membedakan ras, agama, suku dan golongan dalam rangka menciptakan masyarakat sipil (civil society) yang kuat, otonomi daerah yang luas serta terwujudnya representasi kedaulatan rakyat pada struktur lebaga perwakilan dan permusyawaratan.

Curiculum Vitae Subyakto


H.SUBAKTO SH MH


Asli Putra Desa Bumniharjo
Kecamatan Keling, Jepara
Caleg DPR RI

Dapil II: Demak-Kudus-Jepara

Call Cantre: 085640834431

Asli Putra Daerah, Berjuang untuk Rakyat

Pendidikan Formal:

-Lulus SD Negeri Bumiharjo, Keling, Jepara
-Lulus SMP Perkebunan Balong/Beji, Jepara
-Lulus SMA Negeri di Semarang
-Sarjana Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang
-Magister Hukum STIH IBLAMN Tahun 2002
-Sedang menyelesaikan kuliah S3 (Program Doktor) UKSW Salatiga
-Sedang menyelesaikan S2 (Magister Manajemen) di USM Semarang

Pendidikan Nonformal:

-Lokakarya amandemen UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM
-Pendidikan advokat yang diselenggarakan oleh Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN)

Pengalaman Kerja:

-Tahun 1992-2004 sebagai advokat/pengacara
-Tahun 2001-2006 sebagai ketua/pendiri DPD Partai Demokrat Jateng
-Tahun 2004-2006 sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jateng
-Tahun 2004-2009 sebagai Ketua Komisi A DPRD Jateng
-Pendiri SCW (Semarang Corruption Watch)
-Pendiri JCW (Jateng Corruption Watch)
-Direktur Advokasi Lembaga Advokasi dan Pembelaan Konsumen (LAPK)
-Komisaris Utama PT BPR Arto Moro Semarang
-Ketua DPD PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, Penata Musik Rekaman Indonesia) Jateng

Penghargaan:

-10 Pengacara unggulan versi penerbit Mimbar Semarang
- Penerima Anugerah Adhi Karya Award 27 Oktober 2001
-Alumni berprestasi Untag tahun 2004
-Penghargaan Indonesia Executive Award 2002 dari Forum Wartawan Independen Jateng.

Mendirikan BPR Arto Moro


MENDIRIKAN BPR ARTO MORO

H. Subyakto SH, MH, pada 3 Mei 2008 lalu mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Arto Moro di Jalan Gajah Raya No 155 Semarang yang juga sekaligus markas kepengacaraannya. Sebelumnya, Subyakto berprofesi sebagai pengacara. Karena etika profesi, kini kantor kepengacaraannya dikelola sejumlah koleganya. Tampak Subyakto (kanan) bersama H. Drs Ali Mufiz MPA sedang berbincang usai peresmian BPR Arto Moro pada Mei 2008 lalu. (*)

Jadi Buruan Pewarta


JADI BURUAN PENCARI BERITA


H. Subyakto SH MH, tak hanya eksis di partai dan parlemen. Jiwa entreneurship-nya membawanya untuk terus mengembangkan potensi yang ada. Salah satunya mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Arto Moro di Jalan Gajah Raya No 155 Semarang. Di BPR yang dalam sekejap mampu meraup dana deposan miliaran rupiah itu, Subyakto menjadi komisaris utama. Meski begitu, tugasnya sebagai Ketua Komisi A DPRD Jateng tetap menjadi prioritas. Tampak pada foto di atas, Subyakto sedang diwawancarai sejumlah wartawan media cetak dan elektronik tentang dinamika politik di Jateng usai meresmikan pembukaan BPR Arto Moro pada 3 Mei 2008 silam. (*)

Intens Berkoordinasi dengan DPP


BERSAMA PROF SUBUR

H. Subyakto SH MH, saat masih menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jateng intens berkoordinasi dengan DPP Partai Demokrat yang saat itu diketuai Prof Subur. Tujuannya satu ketika itu: meraup perolehan suara sebanyak-banyaknya. Hasilnya cukup signifikan. DPD Partai Demokrat--saat itu--di bawah kepemimpinan Subyakto mampu meraup 10 kursi di DPRD Jateng. (*)

Demokrat Sejati


DEMOKRAT SEJATI

H. Subyakto SH MH, meski pada musda Partai Demokrat 2006 silam di Semarang tak lagi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, namun komitmennya pada partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono tetap tinggi. Subyakto tetap berjuang untuk membesarkan Partai Demokrat Jateng, meski hanya di belakang meja. (*)

Konsolidasi Partai Jelang Pemilu 2004


PENDIRI DEMOKRAT

H. Subyakto SH MH merupakan salah satu tokoh pendiri Partai Demokrat di Jawa Tengah. Bersama sejumlah pengacara kondang di Jateng, tokoh nasionalis, sejumlah ulama, dan tokoh lintas suku, agama, pada 2003 Subyakto mendirikan Partai Demokrat. Subyakto memimpin DPD Partai Demokrat Jateng yang bermarkas di Jalan Gajah Raya 155 Semarang. Tekadnya saat itu cuma satu, menginginkan perubahan. Bersama pengurus lain, kerja kerasnya membuahkan hasil memuaskan. Sebagai partai baru, Partai Demokrat di Jateng mampu meraih 10 kursi di DPRD Jateng. Saat ini Subyakto menjadi Ketua Komisi A DPRD Jateng. Tampak dalam foto di atas, Subyakto (paling kanan) tak henti-hentinya berkonsolidasi dengan pengurus DPC se-Jateng untuk pemenangan pemilu 2004 silam. (*)

Subyakto dalam Rekaman Media

BPR Pilar Strategis
di Sektor Produktif

SEMARANG–Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki peran strategis, utamanya di sektor-sektor produktif. Karenanya, langkah-langkah BPR senantiasa diarahkan sesuai dengan karakteristik BPR. Jangan sampai BPR beralih fungsi menjadi bank umum kecil.

Penegasan tersebut disampaikan Komisaris BPR Arto Moro H. Subyakto SH MH menanggapi peran BPR saat ini. Menurut Subyakto, BPR saat ini menjadi pilar penting dalam sistem perekonomian.

“Sebab sampai saat ini masih banyak nasabah yang belum terlayani oleh perbankan.” Hal ini, kata dia, merupakan tantangan bagi BPR.

Artinya, masih menurut pria yang juga kandidat doktor di UKSW ini, BPR merupakan komponen kunci dalam industri perbankan. “BPR merupakan salah satu ujung tombak, karena proses layanan kredit yang diberikan cepat dan mudah serta menjakau seluruh lapisan, masyarakat termasuk UKM.”

Meski begitu, lanjut Ketua Komisi A DPRD Jateng ini, BPR menghadapi tantangan. Di antaranya persaingan yang ketat dan permodalan.

Disinggung eksistensi BPR Arto Moro, Subyakto mengatakan, kredit yang disalurkan kepada nasabah mencapai hampir Rp 5 miliar. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun hampir mencapai Rp 3 miliar.

Direktur Operasional Arto Moro Supomo menambahkan, salah satu andalan dalam penghimpunan dana adalah produk Deposito Plus. Menurut Subyakto, sejak diluncurkan dua bulan lalu, produk ini mendapat respons bagus dari nasabah.

’’Dalam program ini bila nasabah mendepositokan uangnya Rp 7,5 juta selama 1 tahun, deposan akan mendapat handphone warna gratis seharga Rp 400 ribu, plus pulsa gratis selama 1 tahun,” kata Supomo. (radar semarang, 2/11/2008/isk)